Penurunan Harga BBM Non Subsidi Pertamina, Shell, BP, Vivo Mulai 1 Februari 2026

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:50:29 WIB
Penurunan Harga BBM Non Subsidi Pertamina, Shell, BP, Vivo Mulai 1 Februari 2026

JAKARTA - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 Februari 2026. Penurunan harga berlaku secara serentak di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo, menandai koreksi harga awal tahun.

Penyesuaian harga ini hanya berlaku untuk BBM non subsidi, sedangkan BBM bersubsidi tetap pada harga sebelumnya. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan harga pasar dan meringankan beban konsumen di awal tahun.

Harga BBM Non Subsidi Pertamina Turun Signifikan

Berdasarkan situs resmi MyPertamina, Rabu, 28 Januari 2026, harga Pertamax kini Rp12.350 per liter. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang masih Rp12.750 per liter.

Harga Pertamax Turbo juga turun menjadi Rp13.400 per liter dari sebelumnya Rp13.750 per liter. Sementara Pertamax Green kini dibanderol Rp13.150 per liter, turun dari Rp13.500 per liter.

Jenis solar non subsidi juga mengalami penyesuaian harga cukup signifikan. Dexlite kini dijual Rp13.500 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp14.700 per liter. Pertamina Dex turun dari Rp15.000 per liter menjadi Rp13.600 per liter.

Harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi atau Biosolar (Diesel CN48) masih Rp6.800 per liter.

Penurunan Harga BBM Swasta Shell dan BP

Shell turut menyesuaikan seluruh harga BBM mereka. Shell Super kini Rp12.700 per liter, turun dari bulan lalu sebesar Rp13.000 per liter.

Shell V-Power dijual Rp13.190 per liter, lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang Rp13.630 per liter. Shell V-Power Diesel turun dari Rp15.250 menjadi Rp13.860 per liter, sedangkan Shell V-Power Nitro+ kini Rp13.480 per liter.

BP-AKR juga menyesuaikan harga BBM non subsidi mereka. BP Ultimate turun dari Rp13.630 menjadi Rp13.190 per liter, sedangkan BP 92 turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.500 per liter.

BP Ultimate Diesel kini dijual Rp13.860 per liter, turun dari Rp15.250 per liter sebelumnya. Penyesuaian harga ini mengikuti tren penurunan harga BBM non subsidi di pasar global.

Vivo Ikuti Penyesuaian Harga BBM

Vivo menyesuaikan harga BBM per 1 Januari 2026. Revvo 92 turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter, sementara Diesel Primus Plus turun dari Rp15.250 menjadi Rp13.610 per liter.

Harga Revvo 90 dan Revvo 95 belum tersedia karena pasokan untuk kedua jenis BBM tersebut masih terbatas. Penurunan harga ini menunjukkan persaingan ketat antar SPBU swasta dan plat merah.

Langkah serentak penyesuaian harga BBM mencerminkan respons pelaku industri terhadap harga minyak dunia. Konsumen diperkirakan akan merasakan dampak positif dari penurunan ini dalam beberapa minggu mendatang.

Daftar Lengkap Harga BBM Per 1 Februari 2026

Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo per 1 Februari 2026:

Pertamina

Pertalite: Rp10.000 per liter

Solar Subsidi: Rp6.800 per liter

Pertamax (RON 92): Rp12.350 per liter

Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter

Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400 per liter

Dexlite: Rp13.500 per liter

Pertamina Dex: Rp13.600 per liter

Shell

Shell Super: Rp12.700 per liter

Shell V-Power: Rp13.190 per liter

Shell V-Power Diesel: Rp13.860 per liter

Shell V-Power Nitro+: Rp13.480 per liter

BP

BP Ultimate: Rp13.190 per liter

BP 92: Rp12.500 per liter

BP Ultimate Diesel: Rp13.860 per liter

Vivo

Revvo 90: -

Revvo 92: Rp12.700 per liter

Revvo 95: -

Diesel Primus Plus: Rp13.610 per liter

Penyesuaian harga ini diharapkan mendorong kompetisi sehat antar SPBU. Konsumen kini memiliki pilihan lebih murah untuk BBM non subsidi dengan kualitas tetap terjamin.

Koreksi harga BBM ini juga menegaskan bahwa pemerintah dan pelaku industri terus memantau harga minyak global. Penurunan ini memberikan sinyal stabilisasi harga di pasar domestik.

Meski demikian, harga BBM subsidi tetap dijaga untuk memastikan daya beli masyarakat tidak terdampak. Langkah ini sejalan dengan kebijakan energi nasional yang mendukung konsumsi rumah tangga.

Dengan adanya penyesuaian ini, pengguna kendaraan dapat menghemat biaya bahan bakar. Tren harga BBM non subsidi yang lebih rendah diprediksi akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Harga BBM yang kompetitif antara Pertamina dan SPBU swasta menambah keuntungan bagi konsumen. Hal ini juga mendorong persaingan sehat yang berdampak positif pada kualitas layanan.

SPBU di seluruh Indonesia mulai menyesuaikan harga secara serentak pada awal Februari. Konsumen diharapkan memperhatikan informasi resmi dari masing-masing SPBU agar tidak salah membeli BBM dengan harga lama.

Penurunan harga BBM non subsidi ini menunjukkan respons cepat pelaku industri terhadap tren pasar. Konsumen kini dapat menikmati bahan bakar berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Kebijakan harga baru juga memperkuat posisi Pertamina sebagai penyedia BBM utama di Indonesia. Bersama Shell, BP-AKR, dan Vivo, harga BBM non subsidi kini lebih kompetitif dan transparan.

Dengan langkah ini, konsumen BBM non subsidi dapat merencanakan pengeluaran lebih efisien. Penyesuaian harga yang serentak menandai awal tahun yang positif bagi industri dan masyarakat.

Terkini